Shalat Gerhana
Sebagian orang berpendapat ada hubungan erat antara gerhana bulan dan aktifitas gunung berapi. Ada dugaan saat purnama menjelang, baik saat gerhana atau tidak, berkaitan dengan efek pasang surut. Sebagian orang lantas mengaitkannya dengan gempa. Memang banyak kebetulan-kebetulan bencana yang terjadi seiring fenomena tersebut. Lebih lengkapnya dapat dibaca di DETIK
Gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah Ta’ala. Keduanya terjadi bukan karena kematian atau kelahiran seseorang, tetapi semata bagian dari sunnah kauniyah yang merupakan ayat-ayat Allah dalam alam semesta. Shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah dan setelah sholat disunnahkan khutbah. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mengetahui dan menyaksikan gerhana, baik matahari maupun bulan maka hendaknya melakukan sholat gerhana sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
SERUAN
- Bahwa pada hari Kamis malam Jum’at, tanggal 7-8 September 2006 terjadi Gerhana Bulan sebagian, mulai jam 23.42 sampai jam 04.00 wib.
- Kepada kader dan simpatisan PKS, serta umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat Gerhana Bulan secara berjamaah bersama umat Islam di masjid atau mushola.
- DSW dan DSD di seluruh Indonesia mengkordinasikan pelaksanaan shalat gerhana tersebut.
(Dapat dibaca di PKS-Online