Setidaknya ada beberapa tahapan yang hendaknya harus dilewati sebelum membuat kesimpulan atas masalah/problem/trouble yang terjadi. Pertama, menetapkan masalah/problem. Kedua, melakukan observasi terhadap masalah termasuk di dalamnya melakukan pengumpulan data sebanyak-banyaknya. Ketiga, membuat hipotesis. Hipotesis dibuat berdasarkan hasil pemeriksaaan data-data observasi dan kemudian membuat perkiraan/prediksi bagaimana kronologis/mekanisme terjadinya masalah/problem. Hipotesis mungkin saja lebih dari satu, tergantung data-data observasi yang diperoleh. Tahapan keempat adalah melakukan eksperimen. Eksperimen bertujuan untuk menguji hipotesis. Eksperimen harus dibuat berdasarkan data-data observasi, tidak boleh bias, apalagi dikondisikan sedemikian sehingga ter-skenario hipotesis menjadi benar terjadi. Tahap terakhir adalah menetapkan kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen pengujian hipotesis.
Dan pada saat itu saya sangat tercengang menyaksikan satu kesimpulan telah dibuat. Katakan saja ada seorang pengusaha roti yang setiap harinya menjual seribu buah roti yang dititipkan di toko-toko dan supermaket-supermaket. Si pengusaha telah membuat resep sedemikan sehingga roti dapat bertahan (layak makan) sampai dengan 7 hari terhitung dari tanggal pembuatan. Roti akan mulai berjamur pada hari ke-8. Pada kemasan roti ditulis tanggal kadaluarsa, yaitu hari ketujuh setelah hari pembuatan roti. Apabila roti tidak habis terjual sampai satu hari sebelum tanggal kadaluarsa, maka oleh toko/supermaket akan dikembalikan lagi kepada si pengusaha roti. Dan kemudian akan diganti dengan roti yang baru.
Suatu ketika, toko-toko dan supermaket-supermaket mengeluhkan bahwa hampir 50% stok roti yang ada di tokonya berjamur. Tentu saja, ada beberapa faktor yang mungkin dapat menyebabkan roti-roti tersebut berjamur. Si pengusaha segera saja menugaskan tenaga ahlinya untuk mengadakan inspeksi ke salah satu toko. Di sana ia menemukan satu buah roti (dari 55 roti yang ada) yang tanggal kadaluarsanya telah lewat 5 hari. Satu roti ini tanggal kadaluarsanya berbeda dari 54 roti lainnya yang mana masih 6 hari lagi menuju deadline kadaluarsa. Dari satu kali inspeksi ini, kemudian sang tenaga ahli membuat kesimpulan bahwa penyebab roti-roti berjamur adalah adanya roti-roti bekas yang telah ditarik terkirim kembali (tersisip diantara roti-roti baru) ke toko/supermaket. Dan untuk solusi, Si pengusaha pun membuat sistem baru untuk mencegah tersisipnya roti-roti bekas ke dalam stok baru.
Ada yang aneh dengan kejadian tersebut??? It’s Ridicolous!@#!!!
Kenapa ridicolous? karena belum sampe root cause tapi sudah mengambil kesimpulan?
Itu salah satunya Goi. Tapi yang membuat ironi adalah sudah dibuatnya solusi yang mana merupakan satu-satunya solusi. Dan solusi dibuat berdasar atas sebuah kesimpulan yang prematur. Observasi dilakukan hanya sekali dan hanya di satu toko (diantara banyak toko lainnya), temuannya pun juga hanya satu. Mungkin benar bahwa data temuan itu dapat menjadi penyebab problem yang terjadi. Tapi benarkah demikian, bahwa itu adalah faktor penyebab yang sedang dicari. Jangan-jangan itu hanya merupakan satu kebetulan belaka. Jangan-jangan ada faktor penyebab lainnya, misalnya ada satu unusr resep yang kurang sehingga roti tidak bisa tahan lama, dll
walau demikian yang terjadi adalah politik perdagagan… dimana pengusaha selalu memerlukan materi untuk mendapatkan sebuah keuntungan…….. menurut gue gi2…..
cyori masuk ulang…… ada yang tau ngak cara membuat kesimpulan microsoft office ????…. krim ke email aku
elastis_88exte@yahoo.co.id