Simpati yang dalam saya sampaikan kepada tim pengusung dan pelaksana “metode insersi bola beton“. Metode tersebut merupakan salah satu usaha ‘pengatasan’ bencana semburan lumpur di Porong Sidoarjo yang lebih dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo. Simpati ini bukan karena tim pengusung metode tersebut satu almamater dengan saya. Tapi juga bukan karena salah satu anggota tim, Bapak Satria Bijaksana, adalah dosen yang pernah mengajar saya (mata kuliah Fisika Dasar di Tingkat 1). Saya sebagai warga asli Sidoarjo menyampaikan penghargaan, terima kasih, dan simpati yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak atas semua usaha yang telah dilakukan untuk pengatasan bencana lumpur lapindo ini, baik pengatasan teknis (masalah semburan lumpur) maupun pengatasan terhadap dampak sosial yang ditimbulkan (untuk yang satu ini masih jauh dari memuaskan). Termasuk diantaranya simpati kepada tim insersi bola beton (‘bolton‘) yang selama ini dalam pemberitaan media massa dan berbagai forum lainnya, cenderung disudutkan dan dicemooh usaha-usahanya. Dan sebaliknya, saya sangat tidak bersimpati kepada pihak-pihak yang hanya mencemooh dan memberikan kritik yang tidak konstruktif terhadap permasalahan ini.
Berikut ini merupakan cuplikan email (sumber: salah satu mailing list – saya belum ijin untuk menampilkannya di sini) dari Bapak Bagus Endar B. Nurhandoko, Ketua Tim Supervisi dan Monitoring Insersi HDCB. Email ini merupakan salah satu jawaban beliau kepada pihak yang yang mengkiritisi metode insersi bolton dan juga memuat sedikit uneg-uneg beliau.
———- Forwarded message ———-
Date: Mon, 4 Jun 2007 10:18:30 +0700
From: Bagus Endar B Nurhandoko <********@bdg.centrin.net.id>
To: ******************
Subject: Re: Re:(*******) Gagal maning gagal maning ……was Apa kabar bola beton Sidoarjo?
********** Yang Budiman,
Mohon maaf Pak **********, mohon bapak berkenan baca artikel kami dahulu sebelum berkomentar terlalu jauh,
Ini yang mampu kita berikan kepada bangsa ini, keringat dan bahkan airmata,
meskipun sampai dengan hari ini kami masih memakai DANA PRIBADI (alias
hutang.. sudah kami ini Dosen yang bayarnya kecil suruh hutang lagi), down
payment untuk tahap pertama (YANG HARUSNYA DIBAYAR sebelum pekerjaan
dimulai)masih belum dibayarkan meski sudah hampir 5 bulan berlalu.
Tim kami telah bekerja sangat keras untuk hal ini, ini semua diniatkan untuk
menolong korban lumpur di Sidoarjo sana (baik yang belum dan yang terancam
akan terendam), sungguhpun belum satu sen-pun dibayar oleh PT. Lapindo
kepada kami. Namun itu tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan misi
tahap pertama ini, insersi 398 untai (sungguhpun utang sana dan sini untuk
membuat misi ini berjalan selama ini). Dana memang bukan parameter utama
tetapi niat baik yang harus dikedepankan. D
Adalah tidak benar pemberitaan di media massa ttg kegargalan bola beton,
karena kami
TIDAK PERNAH DIKONFIRMASI DATA LAPANGANNYA dulu.
DATA PENGUKURAN LAPANGAN hasil pengukuran harian Tim insersi Bolton ITB
menunjukkan bahwa:
a. Debit berkurang setidaknya 30%, dari yang awalnya 150.000 m3 per hari
sebelum dilakukan insersi HDCB menjadi berkisar 80.000 – 100.000 m3 per
hari, setelah dan saat insersi HDCB dilakukan
b. Aktifitas kawah semburan lumpur mulai berkurang dari 30-35 semburan
per 5 menit (yg semburan > 3 meter), menjadi 20 semburan per 5 menit.
c. Laju kemunculan kemunculan Bubble yang sebelumnya secara eksponensial
menaik hingga puncaknya di bulan Februari mencapai 9 bubble baru per bulan,
turun sangat drastis setelah insersi bola beton dimasukkan (maksimal hanya
1 bubble baru per bulan).
d. Sumur bor penduduk berjarak 500 meter ada yang berubah airnya menjadi
tawar lagi, saat insersi dilakukan
maaf email jawaban ini hanya saya khususkan untuk bapak saja….(takut ada
yang tersinggung)
Pak **********kan di ***** *****, kami menunggu kontribusi
*****-*****…untuk penyelamatan bangsa ini.
Hormat kami
Bagus Endar ITB, Bandung, Indonesia
Ketua TIM HDCB ITB




Berikut ini penjelasan resmi dari Tim Insersi Bolton :
APA KABAR HDCB ??
Oleh : Bagus Endar B. Nurhandoko
Ketua Tim Supervisi dan Monitoring Insersi HDCB LPPM ITB
Hampir genap satu tahun sudah, lumpur panas terus menyembur dari dalam perut bumi hingga nyaris menggenangi bumi Porong Sidoarjo. Bahkan, total volume lumpur yang menyembur sejak 29 Mei 2006 pun diperkirakan sudah mencapai lebih dari 10 juta meter kubik ( Sumber : Timnas). Kini dua belas desa di tiga kecamatan sudah tergenang. Berbagai penangananpun telah diupayakan untuk menutup semburan lumpur panas tersebut, mulai dari: Snubbing Unit, side.Tracking,Relief Well.1 dan Relief Well.2 menelan biaya sekitar 800 milyar dengan teknologi import dari negara asing (US). Parallel dengan metode sebelumnya, muncul metode yang diusulkan oleh dosen.dosen dari Institut Teknologi Bandung, yaitu metoda Insersi HDCB (High Density Chained Balls) yang sebetulnya pada awalnya hanya didesain dan diniatkan hanya untuk membantu metode sebelumnya yaitu hanya untuk mengurangi debit dan energi semburan di pusat semburan lumpur.
Kami mendesain insersi HDCB ini dengan bahan dan teknologi cukup terdepan
namun semuanya diusahakan harus dilakukan dengan biaya cukup murah
(rencana awalnya kurang dari 4 milyar rupiah) namun tidak mengurangi
kaidah kecanggihan dan resolusi alat, karena kesemuanya dibangun didalam negeri berbekal pengetahuan kami melayani Industri perminyakan baik didalam
maupun diluar negeri. Kemudian, kabar santer yang terpantau dari media
massa bahwa setelah metode ini juga akan diterapkan teknik Double Coffer.Dam dari Jepang dengan biaya 600 milyar.
Hingga kini baru 398 untai HDCB yang sudah berhasil menembus sumber
lumpur dari 2000 untai HDCB yang direncanakan ( baru 1/5 target), untaian
HDCB itu menembus hingga kedalaman lebih dari 1000 meter (> 3000 kaki) dan sebagai perbandingannya sepatu (shoe) casing terdalam dari BJP.01 adalah 3550 kaki (sumber Timnas) dan ini adalah target kedalaman yang akan ditembus oleh teknik HDCB ini. Banyak kendala teknis maupun non teknis menghadang misi ini, namun kami merasakan yang non teknis ini lebih dominan, bisa mencapai lebih dari 75% dari total kendalanya. Jatuh bangun misi ini mulai dari pendanaan yang tak kunjung turun hingga ancaman teror di HP kami, cemoohan di mailing list maupun di media massa serta lamanya pengambilan keputusan oleh pengambil kebijakan. Disamping panasnya terik matahari, panas.sesaknya asap semburan, guyuran hujan dan jauhnya keluarga. Namun ini semua memacu semangat dan ketabahan tim kami untuk melaksanakan niat kami menolong korban semburan lumpur disamping tantangan ilmiah yang luar biasa dari misi ini.
Selama menunggu penantian perihal kelanjutan insersi HDCB ini, tim
insersi HDCB ini melakukan beberapa hal yaitu membangun perangkat ukur
untuk mengukur tekanan dan temperatur pada kedalaman hingga 1000 meter
serta perangkat untuk mendeteksi bentuk geometri dari kawah semburan
lumpur hingga kedalaman 1000 meter. Semuanya diukur tanpa kabel ke permukaan, ini dikenal sebagai perangkat wireless logging (di Industri perminyakan yang umum adalah wireline logging). Inipun juga merupakan proyek peluncuran logging pertama kali di dunia untuk pengukuran parameter kawah hingga kedalaman sedalam itu. Proyek misi prestisius secara ilmiah, meski hampir semuanya mengandalkan sumber daya manusia dalam negeri dengan biaya yang relatif murah, namun tetap handal baik secara kelayakan dan perolehan datanya.
Setelah pengukuran itu dilaksanakan, strategi insersi HDCB pasca 398 untai adalah penggunaan penambahan teknologi baru yang disebut sebagai Insersi HDCB plus Spider.web technology alias insersi HDCB plus jaring laba.laba.
Teknik ini layaknya jaring laba.laba akan membentuk sistem jaring yang akan dibuka pada kedalaman 1200 meter (3600 kaki), benda ini jika terbuka akan berdiameter 3 meter. Jaring ini yang akan menahan bola.bola beton ini pada kedalaman yang kita harapkan dan mengantisipasi sifat multifasa aliran lumpur. Dengan demikian insersi bola beton akan terkonsentrasi pada kedalaman tertentu dan hasilnya menjadi kian signifikan. Semua ide ini bisa muncul dari hasil kami mengamati perilaku unik nan aneh dari aliran lumpur dari atas tanggul semburan lumpur dan dari atas tanggul.tanggul lumpur selama hampir 5 bulan.
Metoda insersi HDCB (High Density Chained Balls) yang dilakukan di
kawah utama semburan lumpur panas Sidoarjo bertujuan untuk mengurangi
debit dan energi semburan lumpur di kawah utama dipelopori oleh Bagus
Endar B. Nurhandoko, Satria Bijaksana, dan Umar Fauzi yang ketiganya merupakan dosen yang tergabung di Kelompok Keahlian Fisika Sistem Kompleks, FMIPA, Institut Teknologi Bandung. Tim HDCB ini mempunyai tim pendukung yang cukup solid dari ahli instrumentasi, mesin, komputasi, geofisikawan,hydrogeologi, serta ahli safety (HSE). Untuk tahap kedepan kami
mendapatkanbantuan dari rekan.rekan ahli dari ITB untuk masalah mekanika fluida,instrumentasi dan mekanika batuan. Sampai dengan hari ini beberapa pihakmulai bersimpati pada usaha keras kami, dengan memberikan sumbangan material, alat dan saran.saran yang sangat berguna bagi keberhasilan misi ini.
Pemberi sumbangan ini mulai dari perusahaan terkemuka di bidang material
bahan yaitu menyumbang penyediaan bahan insulator tahan panas teknologi
terbaru (nanoteknologi) sampai dengan pemilik bengkel di sebuah gang kecil
di kawasan Gunungsari Surabaya. Kami berharap metode ini menjadi solusi
nasional yang dikembangkan oleh ahli.ahli domestik, setidaknya ini nanti
bisa menjadi pembangkit harga diri bangsa, pembangkit kepercayaan diri bangsa dan pemicu semangat inovasi bangsa.
Sesuai namanya, HDCB (high density chained balls) tidak lain adalah
sebuah untaian atau rangkaian yang terdiri dari empat buah bola terbuat
dari material dengan rapat massa yang cukup tinggi. Dua dari empat bola
tersebut berdiameter 40 cm dan dua lainnya berdiameter 20 cm. Keempat bola dihubungkan dengan kabel baja (sling). Pada desain awalnya, bola ini
bukanlah bola beton biasa (namun campuran material berdensitas sangat tinggi > 3 gr/cc), namun berdasarkan pertimbangan kemudahan pembuatan, kekuatan bahan dan kelayakan pembiayaan, dipilihlah beton dengan spesifikasi K350 dengan rapat massa sekitar 2,4 gr/cc sebagai bahan pembuatan HDCB. Untuk tahap ini perancangan bahan semen bola dan sistem fabrikasinya dirancang oleh DR.John Dahtar, seorang ahli beton anggota Timnas yang berasal dari Balitbang PU Bandung.
Usulan metoda insersi HDCB dikembangkan berdasarkan model sistem
tertutup, dimana tidak ada pasokan (supply) energi dari luar dan sistem
memiliki tekanan residual pori (residual pore pressure) tetap. Dengan model seperti ini, maka laju lumpur aliran juga tetap. Sebagai konsekwensinya, debit sepenuhnya bergantung pada luas permukaan yang dilalui lumpur. Dengan mengurangi luas permukaan, maka debit akan menurun. Susunan rangkaian HDCB yang ditujukan untuk berada pada saluran (conduit) lumpur ini, dengan susunan ini akan mengubah sebagian energi semburan menjadi energi mekanik dan juga menyebabkan adanya friksi dengan jejak aliran lumpur yang jauh lebih panjang.
Mekanisme ini menyebabkan head loss pressure cukup besar yang akan
mengurangi energi lumpur dan tekanan di dalam konduit (saluran) lumpur.
Rekayasa insersi ini akan berurut dari dalam hingga ke atas, kedalaman
target minimum adalah 1200.1300 meter ( 3600.3900 kaki), dengan menempatkan bola bola pada kedalaman cukup maka akan menghasilkan keadaan yang aman dan tidak akan timbul terobosan.terobosan baru setelah proses ini dilaksanakan. Data lapangan dari pantauan tim ITB, tim Fergaco dan Lapindo membuktikan bahwa dengan teknik insersi HDCB secara pelan.pelan ini terbukti sangat aman, terlihat dari gambar 1, dimana gelembung (atau bubble) baru yang timbul per bulannya turun drastis dari penaikan secara eksponensial sebelum insersi HDCB dilakukan
(hingga rekornya 9 bubble per bulan pada bulan Februari 2007). Namun
begitu insersi HDCB dilakukan, terlihat secara jelas tren penurunan yang sangat tajam, maka hingga bulan Maret 2007 tercatat tidak ada kemunculan gelembung baru dan bulan selanjutnya (April dan Mei, 2007) kemunculan bubble tercatat hanya 1 bubble per bulannya. Data ini membuktikan bahwa insersi HDCB ini juga meredam timbulnya bubble.bubble baru. Di gambar 2 terlihat total bubble disekitar kawah semburan selalu terjadi didalam dan disekitar tanggul,keseluruhannya berjumlah 60 bubble dengan 35 bubble yang aktif.
Banyak parameter yang diukur dilakukan sebelum, saat dan sesudah
dilakukan insersi HDCB ini, diantaranya adalah survey sonar, temperature
kawah dan gelembung di sekitarnya, Intensitas dan frekwensi semburan, sifat
fisis Lumpur (densitas, kadar air, kadar kimia air, X Ray Difractometer,
Scanning Electron Microscope, Suseptibilitas), rekahan (crack) di sekitar kawah semburan dan kadar H2S serta LEL pada asap semburan yang dilakukan oleh PT. Fergaco. Selain itu, beberapa sensor ditanam disekitar cincin kawah semburan sebagai detektor early warning jika pada saat bekerja ada bocoran lumpur yang mengalir dibawah permukaan.
Berdasarkan hasil pantauan harian kami, data.data lapangan menunjukkan
bahwa insersi HDCB berlangsung aman. Hal ini ditunjukkan dengan tidak
terjadinya peningkatan aktivitas gelembung (bubble) dan tidak terpentalnya
HDCB ke luar kawah akibat semburan. Sedangkan hasil pantauan terhitung
debit berkurang sekitar 30%, dari 150.000 m3 per hari sebelum insersi dilakukan menjadi kisaran 80.000.100.000 m3 per hari setelah insersi dilakukan. Setelah dilakukan insersi, teridentifikasi adanya penurunan aktivitas
semburan di main hole berupa penurunan frekuensi semburan dan mulai muncul adanya .periode tenang. yang sempat teramati pada hari Raya Nyepi di tahun ini selama 35 menit (periode tenang ini tidak pernah muncul sebelumnya), ini kemungkinan diakibatkan oleh penurunan aktifitas semburan akibat insersi. Pantauan kadar air dari lumpur secara harian dari pusat semburan mulai menaik pasca insersi, ini mengindikasikan bahwa mekanisme filtering dari bola.bola beton ini mulai bekerja dengan memerangkap material padatan dan mengalirkan material halus, gas plus airnya, mekanisme filtering ini terjadi pada kedalaman lebih dari 1000 meter yang merupakan zona yang cukup aman. Dengan adanya fenomena ini, kemungkinan akan ada mekanisme self healing yaitu semburan lumpur akan menutup dengan sendirinya secara pelan.pelan. Sampai saat ini baru 398 rangkaian HDCB yang dimasukkan dari target 2000 rangkaian HDCB.
Bandung, 26 Mei 2007
Bagus Endar B. Nurhandoko
KK Fisika Kompleks, Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung,
JL. Ganesha 10 Bandung
Email: bagusnur@bdg.centrin.net.id
Wahh… gitu toh ceritanya
Hmmm… ikutan ngedukung deh
Mudah2an niat baiknya dibalas ama yang di atas. Aminnnn…
Wiku,
Iya, mudah-mudahan niat baik semua yang membantu dalam pengatasan masalah ini mendapat berkah dari Allah SWT, amin..
Saya doakan juga kelancarannya. Semoga semua pihak dapat bersabar dan menghargai proses. Jangan karena kemarahan kita disilaukan. Hingga tidak tampak oleh kita orang-orang yang berjuang dengan nurani, lewat ilmu yang ia miliki.
Salam kenal Mas Rendra, what a nice blog
Fadli,
Amin… Trims, salam kenal juga
Geng, saran doang… itu alamat mail yang nulis mail jangan dicantumin atuh .. entar kena spam si dia .. kasihan
…
Goio, masak sih bakal bisa kena spam?? Oke deh, aku ilangin ajah kali. Kasihan ntar itu bapak
Wahhh…. terlambat pak. Udah saya SPAM duluan tadi. Bertubi-tubi tuh dari kamarku. Pertama jab pake tangan kiri… spam..SPam…SPAM!!!…. Trus hook kanan… SPAMMM!!! Abis itu Uppercut …SPAMMMMMMM!!!! Teler doi…. Hahhahahahah…. apa sih Wik?? Ga jelas :p heheheh
Rendra,
begitulah… makanya orang2 lebih seneng nulis apaini[at]apaitu[dot]com untuk alamat kontak…
yang lebih penting lagi, jangan menulis alamat mail seseorang tanpa ijin dari orang tersebut… tidak etis…
wiku,
Dzieg!
Wiku,
Glodak…!!!#@$%*&!!!
Goy,
Yoi Goy, tengkyu veri mach
Amiin..Ya Allah. Amiin. Mmh,ga begitu paham sih sebenernya. Tp banyak denger issue2 kya terjadi mud flow, adanya patahan lempeng sampai ramalan2 klenik yg dihubung2in sama hal2 gaib, jadi bikin serem jg yah. Tapi semakin ngikutin perkembangannya, jadi semakin optimis bakal berhasil lho=). Coba deh perhatiin, semua masyarakat dari kalangan pejabat, kaum intelektual sampai yg ga ngerti apa2 kya saya, semuanya pasti menaruh perhatian & simpati ttg masalah ini.Bukti kongkritnya, kaum2 intelek yg berkumpul & mencoba mencari solusi dgn metode bolton, relief well atau sesuatu hal yg berbau magis, sampai ibu2 yg berkumpul ngerumpiin masalah “lapindo” atau bahkan “kritikan pedas” dr masyarakat jg mungkin sebenernya bentuk kepedulian mereka untuk memberikan semangat. Jadi ga ada yg pantes disalahin kan? Intinya, kita ini lg berjuang bersama=)hehehe sok tau banged yah:p. Berharap semoga diberi kelancaran, kemudahan, kesabaran & kesuksesan buat Bapak-Bapak & Ibu-Ibu yg lembut hati & berjiwa sosial=).
Lumpur Lapindo adalah akibat dari Grup Bakrie (NDB) yang menyakiti seorang anak wali qutub yang sedang menjalani kehidupan seorang pengusaha dimana tagihan kepada mereka tidak dibayar dan di biarkan dengan semena-mena, dimana kejadiannya di wisma bakrie kemang 1 hari sebelum lumpur mulai meledak, dan pada saat itu anak wali qutub tersebut berdoa pasrah kepada Allah dalam tangisan… its true, dialah yang mampu menutup lubang sumur itu.. haqul yakin
please istikharah atau tanya kiyai hebat
Darna,
Wah, saya gak ngerti dengan komentar Anda. Komentar yang aneh…
Wahai umat islam yang bersyahadat bersatulah, jangan berpecah-pecah, selama masih syahadat tauhid adalah saudara, jangan hal2 perbedaan syari menjadi dasar benci membenci, ukhuwah…. ukhuwah…ukhuwah.., kebenaran kesatuan umat segera datang …. Janji Allah dan Rasulnya adalah hukum kebenaran haq
Anonim,
Komentar Anda bagus… Tapi sepertinya gak match sama topik posting-an