
Jadi teringat kuliah dari Pak Wayan (Dr I Wayan Suweca) jaman masih kuliah dulu, ketika melihat erection steel structure pada gambar tersebut. Pada kuliah perancangan mesin itu, diantaranya beliau jelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan oleh design engineer, dalam hal ini masalah kemudahan pemasangan dan handling.
Coba lihat gambar tadi. Itu adalah salah satu bagian steel structure untuk bangunan Main House Power Plant 2 x 300 MW, dimana nantinya Turbine dan Condenser akan ditempatkan di sana. Di sini, penyambungan antara steel structure dilakukan dengan bolt & nut, bukan welding.
Kekacarutan apa yang ada di sana? Sesuatu yang sangat simple tapi menjadi tricky bagi yang telah men-design-nya, yaitu masalah metode peyambungannya. Saya tidak tahu, apa karena pekerjaan sang designer banyak sekali atau sedang banyak pikiran saat itu, sehingga dia lupa memperhatikan masalah tersebut.
Dan apa jadinya? Pekerja di lapangan terpaksa harus memotong salah satu bagian dari steel structure agar dapat melakukan pekerjaan pengencangan nut-bolt (lihat gambar di atas). Setelah itu mereka las kembali. Coba lihat hasil las-annya??? (lihat gambar di bawah ini)
Benar-benar KACRUT!!!
Sorry Geng, aku kok rasanya kurang paham dengan permasalahannya… jadi untuk mengakses bolt-nut itu si frame berbentuk A itu harus dicopot dulu?
lah emang si frame A itu terpasang ke struktur utama dengan metode apa?
maap… aku masih belum paham betul… thanks
Ya itu dia.. Goys
. Harusnya kan tidak perlu dicopot. Frame A nya, setahuku dilas, sudah nyatu import dari Chinanya kayak gitu. Dan, dengan enaknya dijawab oleh pihak kontraktornya, itu salah design
anggaplah ini adalah salah design yang memalukan, lalu bagaimana dengan prosedur modifikasi dan re-assessment yang dilakukan kontraktor? apakah sudah ada perhitungan untuk justifikasi pemotongan dan pengelasan ulang? bagaimana dengan dokumentasinya? (serasa auditor iso aja hehehe
)
Sadikin, iyo itu dia.. gimana bisa di-asses ya..
Kamu emang cocok banget jadi auditor, yang diaudit pasti njiper semua
Lha coba lihat poto avatarnya itu, kayak God of Gambler banget…
kasus yang ini menarik, dra. sebenarnya filosofi di balik penggunaan sambungan bolt-nut adalah supaya bisa di pre-assembly dan test di workshop sebelum dikirim ke site.
dari foto di atas terlihat sebenarnya struktur tersebut sudah pernah di pre-assembly dan dicoating primer (perhatikan bagian yang kena coating dan tidak di beberapa joint).
jadi menurut gue ada kemungkinan bukan salah design tapi kontraktor instalasi yang ngawur. step2 assembly dan erection tidak diikuti sehingga ada bagian yang ketinggalan. logikanya: pelat yang dipotong itu sudah pernah di assembly sebelumnya (terlihat dari daerah sambungan yang tidak kena coating).
Wh, ternyata ceritanya tidak seperti yang aku tulis… ntar, kutulis lagi cerita yang benarnya… Masih belum sempet Ndra.
Yang jelas bukan salah design, tapi salah pemasangan. Yang harusnya dipasang di site, sudah dipasang di pabrikannnya.
Jangan kau salahkan itu kontraktor, kasihan, itu teman kita si Saiful kerja di situ
)