SE : Assalamu’alaikum Pak Ustadz…
Utadz : ………………..
SE : Jadi begini Pak Ustadz, sore ini Saya akan kembali ke Jakarta.
Terus besok siang Saya akan menghadap Pak Bos. Saya ingin tanya ke Pak Ustadz.. Bagaimana, kira-kira itu saat yang tepat tidak ya? Hari baik tidak ya? Waktu yang baik tidak ya?
Saya sangat terkejut sekali (sudah sangat, sekali pula
) ketika Bapak SE melakukan percakapan tersebut. Masih saja ada yang berkonsultasi tentang hal-hal yang demikian ini, hari baik hari buruk. Dia seorang Senior Engineer pula. Benar-benar tak kuduga seorang yang selama ini terlihat sangat berpendidikan masih saja bergelut dengan yang demikian.
Ingin sekali diri ini bertanya dan bertanya kepadanya, mengapa dia melakukan hal yang aneh itu. Tergelitik sekali untuk menggali bagaimana cara dia berpikir, sehingga untuk menghadap atasan saja harus melalui pertimbangan yang berbau klenik. Ah, kenapa juga heran. Karena memang tidak ada korelasi eksak bahwa seorang yang berpendidikan dan ada dalam lingkungan yang berpendidikan pula, pasti akan memiliki keyakinan yang lebih rasional daripada orang yang tidak berpendidikan.
Justru menurut saya anehan yg ngurusin soal beginian.. :p
Orang kan punya privacynya masing2, kalo kita ga suka yah kita jangan ngikutin, clear to?
Toh ga semua yg ada dlm diri orang tersebut itu “aneh”, ga ada orang yg keberadaannya ga berguna
lik,lik kowe eling lik
Dewi,
Lebih aneh lagi ada juga orang yang mau ngomentari tulisan aneh ini :p . Ya hidup ini harus penuh dengan kepedulian…
Rubus,
, dari mane lo.. :p Assalamu’alaikum ya syeikh..
Ente bisa nyasar ke sini Bus
ya namanya lagi nyasar blogwalking
ditunjukeun ke jalan yang benar